Penyebab Telur Kenari Tidak Menetas

indukan subur menghasilkan piyik yang banyak

indukan subur menghasilkan piyik yang banyak

Hingga saat ini burung kenari masih memiliki jutaan penggemar. Selain karena bulunya yang beraneka warna, kenari dikenal sebagai burung kicauan yang pandai bernyanyi. Karena kelebihan tersebut banyak masyarakat yang tertarik untuk membudidayakan burung kenari. Bagi para pemula, beternak burung kenari seringkali menghadapi banyak kendala. Karena itu pengalaman dan pengetahuan menjadi pedoman awal menuju kesuksesan sebuah usaha peternakan burung kenari. Kesulitan yang paling umum dalam usaha peternakan burung kenari adalah fase bertelur dan penetasan. Banyak telur kenari yang kosong atau justru membusuk disertai berbagai macam dugaan. Kira kira apa saja faktor penyebabnya? Berikut kami rangkumkan khusus untuk anda pet-lovers Indonesia

Secara garis besar gagalnya sebuah telur burung menetas disebabkan karena faktor ekternal dan internal. Faktor internal adalah penyebab yang ditimbulkan oleh burung itu sendiri seperti genetik, kesuburan, nutrisi dan vitamin, dan kebutuhan kalsium sedangkan faktor eksternal adalah penyebab yang sulit dikendalikan namun dapat diminimalkan. Beberapa diantaranya yaitu cuaca, suhu, bakteri/virus, getaran keras. Sedangkan faktor

Faktor internal yang mempengaruhi daya tetas burung kenari
1.
Fertilitas telur
Mendeteksi fertilitas telur kenari sebenarnya sangat mudah. Anda cukup melakukan peneropongan telur pada hari ke 4 dan ke 10. Peneropongan berfungsi untuk mengeliminasi telur telur yang tidak memiliki kandungan benih kemudian dapat digantikan dengan telur lain yang subur. Peneropongan kedua berfungsi untuk memastikan apakah embrio yang ada masih tetap berkembang dan hidup. Apabila embrio mati dalam cangkang dapat menimbulkan bau busuk dari senyawa amonia dan mengundang banyak bakteri yang nantinya membahayakan piyik burung yang akan menetas

piyik burung kenari

piyik burung kenari

2. Telur terinfeksi bakteri atau virus.
Infeksi bakteri bisa disebabkan karena beberapa hal. Beberapa yang paling umum yaitu:

  1. Kontaminasi dari pemilik/perawat burung. Biasanya peternak lupa untuk membersihkan tangan terlebih dahulu saat menyentuh telur atau piyik burung. Virus yang melekat biasanya berasal dari burung lainnya yang sedang sakit. Untuk pencegahan anda bisa membilas tangan dengan antiseptik terlebih dahulu sebelum menyentuh burung kesayangan
  2. Telur terkontaminasi dari inkubator atau peralatan yang tidak pernah dibersihkan. Cara pencegahan adalah selalu menyemprot dengan disinfektan setelah selesai dipergunakan menetaskan telur burung
  3. Sarang burung yang tidak pernah diganti juga menjadi penyebab utama munculnya bakteri dan mikroba. Sebaiknya sarang burung selalu diganti menggunakan media yang baru ketika anak burung sudah mandiri

3. Kurang Nutrisi .
Embrio telur bisa saja mengalami mal nutrisi. Setiap embrio telur dilengkapi dengan cadangan makanan yang memungkinkan embrio berkembang menjadi janin secara baik. Karena cadangan makanan yang tidak seimbang, embrio mati  selama masa pertumbuhan. Nutrisi yang paling dibutuhkan dalam tumbuh kembang embrio adalah mangan, zat besi, seng dan yodium. Sedangkan vitamin, semua elemen sangat dibutuhkan. Jika induk kenari mendapat makanan yang layak bisa dipastikan telur yang dihasilkan juga memiliki cadangan makanan yang memadai

4. Telur Burung Kenari Kelebihan kekurangan kalsium
Kelebihan kalsium juga memiliki efek negatif diantaranya cangkang yang terlalu tebal sehingga embrio burung mati terperangkap di dalam cangkang. Sedangkan kekurangan kalsium meyebabkan telur sangat tipis dan rawan pecah. Untuk mencegah hal tersebut berikan makanan berkalsium seperti tulang sotong secukupnya. Pemberian cukup dilakukan seminggu dua kali

baca juga artikel kami yang lain

Mengenal Kenari Border

Burung Kenari Red Factor

Tips Kenari Cepat Berkicau Gacor

Beternak Kenari untuk Pemula

Diperkenankan menyebarluaskan / meng-copy paste artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber www.pet-lovers.id

 

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 2 =