Tag Archives: aerator ikan koi

Tips Memelihara Burung Perkutut

Burung perkutut jawa adalah salah satu jenis satwa unggas pemakan serangga dan biji-bijian. Burung yang termasuk dalam suku

burung perkutut

burung perkutut

Columbidae ini memiliki ukuran tubuh sekitar kurang lebih 21 cm. yang menjadi ciri khas burung ini adalah warna tubuh yang dominan dengan warna cokelat dan bagian kepala yang berwarna abu-abu. Terdapat garis-garis halus dari bagian leher sampai sisi-sisi tubuhnya. Jenis burung ini memiliki kebiasaan yang cukup unik yaitu hidup secara berpasang-pasangan atau membuat kelompok  kecil. Makan di atas permukaan tanah, dan minum dari sumber air dengan berkumpul. Tak banyak pecinta burung yang berminat memelihara burung ini karena suara kicaunya cenderung datar dan sama. Berikut adalah cara merawat perkutut supaya rajin manggung.

Cara Merawat Burung Perkutut. Meskipun suara kicau perkutut terkesan datar dan biasa saja, namun masih banyak orang Jawa yang memeliharanya. Hal ini dikarenakan jenis burung yang satu ini memang berkaitan dengan mitos Jawa. Menurut orang Jawa, memelihara perkutut bisa mendatangkan keberuntungan dan rejeki, serta menjaga kedamaian suasana rumah. Karena itulah, burung ini memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat Jawa. Perkutut memang sangat cocok untuk dijadikan peliharaan di rumah. Jenis burung ini adalah salah satu burung yang mudah ditangkap. Namun, burung yang baru saja ditangkap biasanya enggan mengeluarkan bunyi selama berhari-hari. Oleh karena itu, perkutut memang membutuhkan perawatan yang lebih khusus. Berikut adalah tips memelihara burung perkutut supaya rajin mengeluarkan bunyi.

Budidaya Ikan Koi

budidaya ikan koi

bak fiber untuk pemijahan koi

Sejarah Ikan Koi di Indonesia

Ikan Koi memiliki nama latin Cyprinus carpio, merupakan salah satu ikan import yang paling banyak dipelihara masyarakat Indonesia. Koi sendiri dalam bahasa Jepang berarti ikan karper, biasa dibudidayakan di kolam air tawar dan pada awalnya dijadikan ikan konsumsi masyarakat Jepang. Ada beberapa versi cerita yang beredar di kalangan penghobi koi mengenai asal muasal ikan ini masuk ke Indonesia. Versi pertama disebutkan ikan ini diimport ke Indonesia pada tahun 1991 dan versi lainnya menyebutkan antara tahun 1981-1982.

Seleksi Induk

Sebelum budidaya ikan dilakukan indukan ikan koi perlu disortir terlebih dahulu. Peternak koi melakukan pengecekan induk ikan koi yang telah matang gonad dan memiliki bentuk tubuh proporsional serta besar. Matang  gonad artinya ikan koi jantan mampu menghasilkan sperma sedangkan induk betina sudah menghasilkan sel telur yang siap dibuahi.

Indukan tidak boleh memiliki cacat atau sakit sakit seperti terserang jamur dan virus, sirip lengkap dan sisik tidak ada yang mengelupas atau berwarna kusam. Koi yang sehat juga ditandai dengan gerakan lincah dan aktif. umur minimal koi jantan yang siap dipijahkan setidaknya dua tahun sedangkan induk betina minimal 3 tahun, jantan berukuran lebih kecil dari pada betina dan perut betina lebih bulat  dibandingkan bagian punggungnya. Perut ikan jantan lebih langsing dan memanjang serta lebih rata. Pada sirip induk jantan yang siap kawin ditandai bintik-bintik warna putih.