Tag Archives: alat kelamin kucing jantan

8 Tips Sukses Merawat Kucing Hamil

merawat kucing hamil

kucing di masa hamil tua (www.our-happy-cat.com)

Pada dasarnya, kucing adalah binatang yang bersifat alam. Tanpa perlu dirawat secara khusus, seekor kucing tetap mampu bertahan hidup dengan sendirinya. Namun, hal itu tidak berlaku bagi kucing ras. Kucing ras adalah jenis kucing yang memerlukan perhatian dan perawatan tertentu karena daya tahan tubuh yang tidak terlalu kuat. Apalagi jika kucing sedang hamil, perawatan lebih khusus akan dibutuhkan. Pada saat kehamilan, kucing rentan terhadap resiko keguguran. Oleh karena itu, merawat kucing hamil termasuk hal yang gampang-gampang susah. Berikut adalah tips sukses merawat kucing hamil.

Perawatan Ekstra Kucing Hamil

Perawatan terhadap kucing yang sedang hamil muda ternyata lebih susah jika dibandingkan dengan kucing yang sedang hamil tua. Mengapa? Kucing yang hamil muda lebih cenderung untuk malas bergerak dan sering muntah-muntah. Selain itu, nafsu makan si kucing juga semakin berkurang. Namun hal itu hanya bersifat sementara. Karena pada usia kehamilan 5 minggu nafsu makannya akan kembali normal. Pentingnya merawat kucing yang sedang hamil adalah bertujuan supaya kesehatan kucing dan anak-anaknya kelak terjaga dengan baik, serta terbebas dari penyakit seperti cacingan, jamur, dan lain-lain. Dibawah ini akan disampaikan tips bagaimana merawat kucing hamil.

Organ Reproduksi Kucing

alat reproduksi kucing jantan

alat reproduksi kucing jantan

Setelah anda membaca artikel mengenai siklus reproduksi kucing tidak ada salahnya juga anda mengetahui alat dan sistem reproduksi pada kucing.

Kucing jantan memiliki beberapa bagian organ reproduksi yaitu alat kopulasi untuk melakukan penetrasi pada vulva betina, kemudian kelenjar kelamin, saluran kelamin dan bagian untuk memproduksi sperma yaitu testis. Testis kucing terdiri dari dua buah bola seukuran kelereng yang berada diantara penis dan anus. Testis terbungkus dalam suatu kantong yang disebut scrotum. Kantong scrotum memiliki fungsi utama melindungi testis agar tidak terluka atau rusak sekaligus menjaga kondisi suhu saat pembentukan sperma. Pada saat suhu lingkungan dingin kantong skrotum akan mengkeriput sehingga testis akan tertarik mendekat ke pangkal tubuh. Mekanisme ini merupakan bagian untuk mengurangi kalor yang terlepas di dalam testis. Demikian pula sebaliknya ketika suhu lingkungan meningkat maka skrotum akan mengendur sehingga mempermudah pelepasan panas untuk menghindari kerusakan sperma. Ada perbedaan suhu di bagian skrotum dengan ronggan perut anatar 1 hingga 8 derajad fahrenheit. Proses ini hanya bisa dilakukan oleh kucing yang memasuki masa dewasa