Tips Merawat Burung Cucak Ijo Agar Cepat Gacor

burung cucak ijo

burung cucak ijo

Cucak hijau merupakan burung endemik Indonesia dan Malaysia, dengan wilayah penyebarannya di sekitar Semenanjung Malaya, Sumatera dan pulau-pulau di sekitarnya, seperti Kalimantan termasuk Pulau Natuna, Jawa dan Bali. Cucak hijau (Chloropsis sonnerati) atau burung Cucak Ijo merupakan keluarga cucak-cucakan seperti halnya cucak jenggot yang hidup di hutan-hutan dataran rendah maupun dataran tinggi dengan ketinggian hingga 1.000 meter dari permukaan laut (dpl). Cucak Ijo merupakan burung peniru ulung. Kemampuan dan kecepatannya dalam meniru suara masteran dianggap lebih baik daripada jenis burung kicauan yang lain, termasuk murai batu dan kacer.

Pamor cucak ijo di awal tahun 2016 terus melambung. Burung ini semakin  dicari kicau mania , karena kepandaiannya dalam meniru suara burung lain secara cepat. Cucak ijo memiliki gaya tarung yang khas, yaitu ngejambul dan ngentrok, sehingga dengan keunikan tersebut membuat banyak kicaumania tergoda untuk memelihara. Cucak ijo memang burung yang digemari banyak orang dari berbagai kalangan, burung ini termasuk menarik untuk dipelihara karena warnanya yang cantik dan bentuknya yang ideal. Selain ukuran tubuh dan warna yang bagus, cucak hijau juga populer karena suaranya yang melengking merdu. Burung ini dikenal sebagai burung pintar juga karena kepiawaiannya dalam menirukan suara burung lain yang biasanya disebut burung master. Bahkan jika dilatih dengan cara yang tepat, kualitas suara burung cucak ijo bisa melebihi suara burung masternya. Selain dipelihara untuk hobi, biasanya orang-orang memelihara cucak ijo untuk diikutkan lomba. Selain melombakan keindahan fisiknya, yang lebih sering adalah melombakan kemerduan suaranya. Sehingga tak jarang, semakin bagus postur dan warnanya serta merdu suaranya, burung cucak ijo memiliki banderol semakin mahal.

burung cucak ijo

Burung cucak ijo

Di balik kelebihan burung ini, tentu juga memiliki kekurangan. Cucak hijau ternyata memiliki sifat yang cukup menjengkelkan dimana mereka suka memeletkan lidahnya saat dipancing berkicau menggunakan tangan atau siulan terutama saat over birahi dan atau terlalu jinak. Beberapa perawatan berikut ini bisa membantu burung cucak hijau supaya banyak berkicau:

  1. Seperti kebanyakan burung kicau, cucak hijau memerlukan pengembunan agar fisiknya lebih segar dan metabolisme tubuh lebih lancar. Pengembunan disusul dengan penyemprotan dan penjemuran sinar matahari pagi yang banyak mengandung pro Vitamin D.
  2. Saat pagi hari, pemberian kroto yang berupa kapsul (telur kroto) bisa membantu menambah stamina burung. Berikan kapsul kroto setiap pagi hari sebanyak 5 butir.
  3. Oleskan madu pada permukaan pisang kepok putih yang menjadi pakan utama cucak hijau.
  4. Jangkrik sebagai pakan tambahan diberikan sebanyak 3 – 5 ekor pada pagi dan sore hari, atau tergantung kebiasaannya.
  5. Lima hari sekali, berikan sepotong jeruk manis dalam makanannya. Jika burung tak mau memakan jeruk, maka peras jeruk dan ambil sarinya kemudian air perasan diberikan dalam cepuk minum.
  6. Agar cucak hijau rajin berkicau dengan maksimal, sebaiknya digantang bersama burung-burung lain yang bervolume keras dan penuh tembakan, misalnya ciblek sawah ngebren, murai, cucak jenggot dan sejenisnya.
  7. Mandikan burung pada pagi atau sore hari. Cara memandikan cucak hijau bisa dilakukan dengan memasukkan bak mandi kecil ke dalam sangkarnya. Jika sudah terbiasa, bisa juga menggunakan semprotan atau karamba mandi. Sesekali perlu juga diberikan terapi mandi malam, terutama jika kondisi cuaca sangat mendukung.

baca juga artikel kami yang lain:
Membedakan Cucak Ijo Jantan dan Betina
Cara Menjinakkan Burung Cucak Hijau
Beternak Murai Batu

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × one =